More than just a degree

Melanjutkan studi ke jenjang S2 bukan sekadar mengejar gelar. Aku sadar betul, setiap lulusan magister pendidikan akan membawa pulang titel M.Pd. Tapi aku tak ingin sekadar lulus.

Aku ingin bernilai lebih.

Sejak awal, aku datang ke kampus dengan bekal idealisme dan cita-cita. Targetku sederhana tapi menantang: minimal tiga publikasi ilmiah, satu buku, lulus cumlaude, dan punya portofolio di luar kelas. Aku ingin membuktikan bahwa kuliah ini adalah bagian dari misi hidup, bukan hanya status pendidikan. Aku ingin menjalani dengan semangat kampusku yang berbunyi:
“More than just a degree.”

Perjalanan dimulai dengan baik. Lingkungan sangat mendukung, teman-teman luar biasa, atmosfer belajar sangat menyenangkan, perkuliahan bukan sekedar menghafal tetapi menelaah yang diarahkan menjadi karya. Judul Tesis mulai tergambarkan, publikasi mulai menemui jalan, buku mulai terpikirkan dan aku juga mulai aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus.

Di tengah kenikmatan semua itu, tiga kabar datang bertubi-tubi:

  1. Aku dinyatakan lolos seleksi PPG.

  2. Namaku tercantum sebagai calon tunggal CPNS guru matematika.

  3. Di saat bersamaan, aku memiliki tanggung jawab terhadap studi S2.

Namun, kabar baik ini justru membuat langkahku limbung.
PPG merupakan surat sakti untuk menjadi guru, CPNS adalah sesuatu yang juga diimpikan ditengah tidak mudahnya mencari pekerjaan dan S2 adalah sesuatu yang harus diselesaikan juga karena telah dimulai dan ada harapan orang tua didalamnya.
Hari demi hari berlalu, dan aku terjebak dalam pikiran sendiri—tak bisa mengambil keputusan, tak tahu akan fokus ke mana dulu.

Akhirnya aku memilih untuk menjalani S2 dulu, sebaik mungkin.
Bukan karena menyerah pada pilihan lain, tapi mungkin karena Allah sedang berkata,
“Tenang, Aku sedang menyiapkan waktunya. Nikmati proses ini lebih lama, karena akan ada jalan yang tak terduga.”

Dan benar saja. Di masa-masa tak menentu itulah aku belajar banyak hal:
Belajar menerima.
Belajar bersabar.
Belajar menjalani tanpa harus selalu tahu ujungnya.

Posting Komentar

0 Komentar