Tahun 2018, setelah perjalanan panjang menyelesaikan kuliah S1 dengan berbagai jatuh bangun, aku merasa sudah siap menjemput masa depan. Seleksi CPNS diumumkan, dan dengan penuh harapan aku mendaftar untuk formasi guru matematika di SMP tempat aku dulu belajar—sebuah tempat penuh kenangan, tempat aku mulai membangun mimpi.
Hari demi hari kulewati dengan belajar, berlatih soal, dan berdoa tak putus-putus. Aku tahu saingannya banyak, tapi aku percaya—ini waktunya aku kembali memberi untuk sekolah yang dulu memberi segalanya.
Tapi ternyata, lagi-lagi Allah punya rencana lain. Aku gagal. Peringkat 4 dari 3 kuota yang dibutuhkan untuk lanjut ke seleksi berikutnya. Hanya terpaut tipis. Begitu dekat, namun tetap tak tergenggam.
Sakit? Iya. Aku merasa ini seperti pukulan kedua dari impian yang sama. Tapi entah kenapa kali ini aku tidak bertanya, "Kenapa?" Tapi aku berkata, "Kalau bukan di sini jalannya, maka di mana Engkau siapkan jalanku, Ya Rabb?"
Dan jawaban-Nya datang… dalam bentuk pintu-pintu tak terduga.
Karena tidak terikat pekerjaan tetap, aku punya kesempatan untuk menjelajah. Aku berangkat ke Pare, Kediri, sebuah tempat yang dulu hanya kudengar dari cerita-cerita teman. Di sana aku belajar, mengenal dunia lebih luas, menemukan teman-teman dari berbagai daerah, dan membangun kembali kepercayaan diriku yang sempat rapuh.
Di tengah proses itu, satu kota kembali muncul dalam benakku—kota yang pernah jadi mimpi besarku saat mendaftar kuliah di tahun 2014. Sebuah kota pendidikan. Sebuah kampus yang dulu tak bisa kugapai. Dan di saat itulah, aku memberanikan diri mendaftar S2 di kampus impian yang sempat tertunda.
Dan… aku diterima.
Ada haru yang tak bisa dilukiskan. Seakan Allah berkata, “Aku tidak menolak doamu dulu. Aku hanya menyimpannya untuk waktu yang lebih tepat.”
Tahun 2018, memang aku gagal menjadi CPNS. Tapi aku justru diberi hadiah yang lebih indah: menjelajah, tumbuh, belajar, dan menapaki anak tangga impian yang dulu sempat runtuh.
Ternyata benar…
Kegagalan bukan akhir. Ia hanyalah belokan menuju jalan yang lebih tepat.
0 Komentar